Rabu, 23 September 2020

Kalurahan Gulurejo Adakan Pembinaan Ibu Hamil Untuk Cegah Stunting Masa Pandemi Covid-19

kelas ibu hamil
 

P3MD Kulon Progo; Memasuki masa adaptasi kebiasaan baru atau new normal dan dalam rangka pencegahan stunting Kalurahan Gulurejo Kapanewon Lendah menggelar kegiatan pembinaan ibu hamil. Kegiatan ini dilaksanakan mengingat Kalurahan Gulurejo angka stunting masih tinggi yaitu total  83 anak, dengan rincian Sangat Pendek 12 anak, dan Pendek 71 anak. Penyelenggaraan pembinaan Ibu hamil di wilayah Kalurahan Gulurejo ini bertujuan untuk mengurangi dan mencegah angka stunting di kalurahan dengan narasumber dari Puskesmas 2 Lendah yaitu Ibu Nunung Sugiyarti, S.Tr.Keb selaku bidan desa dan Ibu Sunarti, S.Tr.Gz selaku ahli gizi.

Kegiatan pembinaan ibu hamil ini dilaksanakan pada hari Senin, 21 September bertempat di Gedung serbaguna Kalurahan Gulurejo. Kegiatan ini dilaksanakan tetap mematuhi protokol kesehatan, peserta wajib pakai masker, sebelum kegiatan dimulai peserta diwajibkan  cuci tangan terlebih dahulu, dilakukan pengecekan suhu badan dengan termogun, dan tempat duduk juga ditata dengan tetap menjaga jarak. 

Berdasarkan informasi dari Kalurahan Gulurejo kegiatan pembinaan ibu hamil ini rutin dilaksanakan setiap tahun. Dan kali ini kegiatan pembinaan ibu hamil dibiayai dengan menggunakan anggaran yang bersumber dari Dana Desa tahun 2020.

Hadir dalam kegiatan ini sebanyak 21 ibu hamil dari 30  ibu hamil yang diundang yang ada di Kalurahan Gulurejo, selain itu juga hadir dari Kader Posyaandu, Ibu-ibu PKK, Kader Pembangunan Manusia (KPM), dan Pendamping Desa.

Lurah Gulurejo Bapak Sarjidi dalam sambutannya menghimbau kepada  seluruh ibu hamil agar menjaga dan memelihara kandungannya dengan baik terlebih di masa pandemic Covid-19. Lebih lanjut beliau berpesan agar para ibu hamil dapat mengikuti acara ini sampai selesai, sehingga dapat mengikuti secara lengkap pesan dan arahan dari para narasumber dari Puskesmas Lendah 2. Lebih jauh Lurah Gulurejo menyampaikan agar materi yang disampaikan dapat bermanfaat dan dapat dipraktekkan atau dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari di rumah.

Dalam kesempatan kali ini ibu Nunung Sugiyarti, S.Tr.Keb dari puskesmas Lendah 2 selaku Bidan Desa menjelaskan akan pentingnya masa 1000 HPK untuk pencegahan stunting, ibu Nunung juga menjelaskan bahwa keturunan atau genetik hanya berkonstribusi 10% dalam menyokong pertumbuhan stunting. Stunting bisa dicegah sejak 1000HPK salah satunya dengan cara konsumsi makanan ibu hamil dengan gizi seimbang. Upaya yang harus dilakukan antara lain dengan memeriksakan kehamilan secara rutin, mengikuti pelayanan  ANC terpadu (Kelas ibu hamil, suplemen tambah  darah/ pil Fe, PMT Kek) dan 10 T (pengukuran tinggi badan  dan penimbangan berat badan, pengukuran tekanan darah, pengukuran Lingkar lengan atas (LILA) , pengukuran tinggi rahim/ fundus, penentuan letak janin dan penghitungan denyut janin, penentuan status imunisasi TT, pemberian tablet tambah darah, tes laboratorium, konseling / penjelasan, dan tata laksana / pengobatan bagi bumil yang mempunyai masalah kesehatan), Inisiasi menyusu dini (IMD), serta ASI ekslusif.

Pesan ibu Nunung untuk para  ibu  hamil untuk pencegahan covid-19 bahwa ibu hamil jangan pergi keluar daerah dulu, hindari ke pasar, mall dan tempat keramaian lainnya, karena ibu hamil sangat rentan terhadap penyebaran virus Corona atau Covid-19.

Sementara itu Ibu Sunarti, S.Tr.Gz. selaku ahli gizi di Puskesmas Lendah 2 dalam hal ini juga menegaskan kembali bahwa gizi seimbang ibu hamil dan ASI Ekslusif dapat mencegah stunting. Dalam kesempatan ini beliau menjelaskan  suplemen-suplemen gizi seimbang untuk memenuhi kebutuhan ibu hamil seperti jenis  dan jumlah minimal yang harus dikonsumsi selama sehari diantaranya nasi, lauk nabati, lauk hewani, sayur dan buah. Penjelasan trik-trik sukses ASI Ekslusif  bagi ibu yang bekerja, serta simulasi cara menyusui yang benar.

Lebih lanjut Ibu sunarti juga menjelaskan bahwa dalam pemberian makanan pendamping ASI atau dikenal dengan MPASI  harus dengan gizi seimbang dengan jumlah dan tekstur yang bertahap sesuai usia anak. Berikan MPASI dengan beragam jenis makanan agar ketika bayi sudah 1 tahun sudah tidak kaget ketika dikasih makanan yang beraneka ragam. (by. Anni PDP Lendah)

0 komentar:

Posting Komentar