• Dana Desa Tahun 2020 Diprioritaskan Untuk Penanganan Stunting di Desa

    Dana Desa Tahun 2020 Diprioritaskan Untuk Kegiatan Pengembangan Sumber Daya Manusia Khusunya Dalam Penanganan Stunting di Desa

  • Penggunaan Dana Desa 2020

    Penggunaan Dana Desa Tahun 2020 Mengikuti Ketentuan Peraturan Menteri Keuangan Nomor: PMK 205/205.07/2019 Tentang Pengelolaan Dana Desa

  • Dana Desa 2020

    Pemerintah Kabupaten Kulon Progo Telah Melakukan Pencairan Dana Desa Tahun 2020 Sebesar 60% di Bulan Januari 2020 di 87 Kalurahan

Selasa, 12 Mei 2020

Kalurahan di Kabupaten Kulon Progo Anggarkan 7,3 Milyar untuk Penanganan Covid-19



Kulon Progo,- Pemerintah Kabupaten  Kulon Progo terus mendorong Kalurahan-kalurahan  di Kabupaten Kulon Progo  untuk  mendukung upaya pemerintah dalam  penanganan wabah covid-19 ini. Sebagaimana amanat dari pemerintah pusat melalui Kementerian Desa dan PDTT yang telah mengintruksikan kepada seluruh kepala desa untuk membentuk relawan  desa  tanggap covid-19  dan melakukan refocusing anggaran khususnya dana desa untuk penanganan covid-19.

Alhasil dari pantauan data yang masuk ke Dinas PMD Dalduk dan KB Kabupaten Kulon  Progo diperoleh data bahwa Kalurahan di Kabupaten Kulon Progo telah melakukan  refocusing anggaran dengan mengalokasikan anggarannya  sebesar  7,3  Milyar untuk   penanganan wabah  virus corona atau covid-19. Alokasi anggaran tersebut  bersumber  dari dana desa. Alokasi tersebut diluar anggaran dana desa yang  digunakan untuk Bantuan Langsung  Tunai  (BLT). Sebagian besar alokasi anggaran ini dipergunakan untuk pengadaan peralatan dan bahan dan fasilitas yang digunakan untuk pencegahan dan penanganan covid-19 seperti penyedian posko relawan dan  ruang isolasi beserta seluruh kebutuhannya, penyedian alat dan bahan kesehatan seperti alat semprot dan cairan disinfektan, masker, alat ukur suhu badan, dll dan juga untuk operasional kegiatan.

Sudarmanto, S.IP. M.Si. selaku Kepala Dinas PMD Dalduk dan KB Kabupaten Kulon Progo mengapresiasi  kepada seluruh lurah yang telah mendukung upaya  pemerintah  dalam penanganan covid-19. Dukungan lurah  tersebut  terlihat dengan cukup  besarnya   alokasi anggaran yang digunakan untuk  penanganan  covid-19.  Lebih lanjut  berdasarkan  data yang dihimpun oleh Dinas PMD melalui para pendamping  desa  bahwa seluruh kalurahan  telah membentuk relawan tanggap covid-19. Lebih daripada itu Kalurahan-kalurahan juga telah bergerak untuk melakukan kegiatan-kegiatan prevenstif terhadap penyebaran virus corono ini.  Diantaranya penyedian ruang isolasi berikut segala kebutuhannya, penyedian posko  relawan beserta segala kebutuhannya,  penyediaan cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, pengadaan alat ukur suhu badan atau   thermometer, penyemprotan disinfektan, pengadaan masker, sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang covid-19, dan  masih  banyak  lagi  kegiatan-kegiatan pencegahan dan penanganan covid-19 di Kalurahan.

Jumat, 08 Mei 2020

7 Kalurahan di Kapanewon Wates Cairkan BLT Dana Desa






Kulon Progo,- Tujuh Kalurahan di Kapanewon Wates Kabupaten Kulon Progo Hari ini Jumat (8/5/20) telah selesai lakukan pencairan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Tahap I. Tujuh Kalurahan tersebut yaitu Kalurahan Karangwuni, Bendungan, Sogan, Triharjo, Kulwaru, Ngestiharjo, dan Giripeni. Pencairan BLT ini diawali dari Kalurahan Karangwuni yang melakukan pencairan sehari sebelumnya, kemudian dilanjutkan 6 kalurahan di hari Jumat (8/5/20).

Total jumlah  keluarga yang menerima BLT Dana Desa di 7 Kalurahan di Kapanewon Wates sebanyak  287 KK. Jumlah penerima BLT Dana Desa terbanyak ada di Kalurahan Ngestiharjo sebanyak 72 KK. Sedangkan yang paling sedikit di Kalurahan Kulwaru yaitu sebanyak 8 KK.

Adapun rincian penerima BLT Dana Desa dari Kalurahan Karangwuni sebanyak 60 KK, Kalurahan Triharjo sebanyak 27 KK, Kalurahan Sogan sebanyak 33 KK, Kalurahan Bendungan  sebanyak 51 KK, Kalurahan Giripeni sebanyak 40 KKSetiap KK menerima BLT sebesar Rp 600.000,- yang diberikan selama 3 bulan dimulai dari bulan April sampai Juni.

Sehingga total dana desa yang sudah salur untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) tahap 1 di Kapanewon Wates sebesar Rp.172.200.000,- 

Salah  satu Pj. lurah di Kapanewon Wates, R. Sukirno dalam sambutannya menyampaikan bahwa percepatan pencairan BLT Dana Desa ini diharapkan mampu membantu meringankan beban hidup masyarakat kurang mampu yang terdampak adanya wabah virus corona atau covid-19. Lebih lanjut beliau menyampaikan penerima BLT Dana Desa ini sudah melalui berbagai tahapan salah satunya pembahasan di Musyawarah Kalurahan Khusus. Namun demikian ternyata informasi terakhir dari data awal yang ditetapkan di Musyawarah khusus terdapat 4 KK yang juga akan mendapatkan Bantuan Sosial dari Kemensos. Sehingga ke-empat KK tersebut di coret dari daftar penerima BLT yang bersumber dari Dana Desa.

Secara terpisah kasus ini juga terjadi di Kalurahan Bendungan. Adapun penerima BLT Dana Desa di Kalurahan Bendungan ini terkoreksi 2 KK dikarenakan yang bersangkutan juga akan menerima Bantuan Sosial dari Kemensos RI.

Di akhir penyaluran BLT Dana Desa tahap 1 di Kalurahan Giripeni, Sumiyati, S.IP. selaku Kepala Jawatan Projo Kapanewon Wates menyampaikan bahwa per hari jumat (8/5/20) seluruh Kalurahan di Kapanewon Wates sudah selesai salur BLT Dana Desa tahap  1. Lebih  lanjut beliau berharap setelah ini  seluruh Kalurahan di Kapanewon Wates dapat menyiapkan tahapan berikutnya untuk melakukan pencairan Dana Desa  Tahap 2. (ANK)

Rabu, 06 Mei 2020

Update BLT: 12 Kalurahan di Kulon Progo Telah Cairkan BLT Dana Desa


Kulon Progo,- Update terakhir pada hari Rabu (6/5/2020) terdapat 12 Kalurahan di Kabupaten Kulon Progo yan telah mencairkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa. Informasi tersebut disampaikan oleh Ir. Teguh Santosa selaku koordinator P3MD Kabupaten Kulon Progo dari hasil laporan monitoring yang dilakukan para pendamping desa. Dalam rilisnya disampaikan bahwa 12 kalurahan tersebut tersebar di 5 Kapanewon di Kabupaten Kulon Progo. Total keluarga penerima manfaat BLT Dana Desa dari 12 Kecamatan tersebut sebanyak 695 KK. Sedangkan jumlah Dana Desa yang sudah disalurkan untuk BLT sebesar Rp.417 juta.

BLT Dana Desa di Kabupaten Kulon Progo ini mulai salur pada hari senin (4/5/20) yang secara simbolis disalurkan oleh Bupati Kulon Progo Drs. H. Sutedjo. BLT Dana Desa ini diperuntukkan untuk  keluarga miskin yang terdampak pandemi Covid-19 di desa atau kalurahan. Setiap keluarga mendapatkan penyaluran perdana sebesar Rp 600 ribu perbulan, selama 3 bulan. Sehingga percepatan pencairan BLT Dana Desa ini diharapkan mampu membantu meringankan beban hidup masyarakat kurang mampu yang terdampak adanya wabah virus corona atau covid-19.

Adapun Kalurahan-kalurahan lain di Kabupaten Kulon Progo telah siap untuk pencairan BLT Dana Desa. Sebagian telah menjadwalkan pencairannya pekan ini dan pekan depan. Sehingga diharapkan seluruh kalurahan di Kabupaten Kulon Progo selesai pencairan BLT Dana Desa tahap 1  di pekan kedua bulan Mei ini. (adm)


Kalurahan Sendangsari Pengasih Anggarkan 400 Juta Untuk Penangganan Covid-19





Kalurahan Sendangsari merupakan salah satu kalurahan di Kapenewon Pengasih, Kabupaten Kulon Progo yang menganggarkan kegiatan pencegahan dan penanganan wabah Covid 19 cukup besar. Dalam APB Kalurahan perubahan kegiatan penanganan Covid-19 telah dianggarkan 400 juta. Anggaran tersebut  diantaranya digunakan untuk jaring pengaman sosial berupa Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang sebesar Rp.225.000.000 dan sisanya digunakan untuk kegiatan penanganan dan pencegahan Covid-19. Adapun salahsatu kegiatan penanganan covid-19 yaitu penyiapan sarana dan prasarana tempat isolasi bagi pemudik yang belum bisa diterima di kampungnya. Kalurahan Sendangsari telah menyiapkan 2 tempat isolasi yakni di gedung Darmais dan Kedung bekas sekolahan yang ada di komplek Balai Kalurahan Sendangsari.

Kalurahan Sendangsari rencananya akan mencairkan dana BLT DD sebanyak 125 keluarga Penerima Manfaat (KPM) di minggu ini. Jumlah tersebut merupakan hasil kesepakatan pada saat Musyawarah kalurahan Khusus BLT DD. Sesuai peraturan, setiap KPM akan menerima uang BLT sebesar Rp. 600.000,- selama 3 bulan yakni bulan April, Mei dan Juni. Untuk pencairan BLT tahap 1 Kalurahan masih menggunakan DD tahap 1 yang masih tersisa, sedangkan untuk pencairan BLT tahap 2 dan 3 akan menggunakan DD tahap 2.

Carik Sendangsari, Sigit Rahmanto mengharapkan BLT ini dapat dipergunakan sebaik-baiknya dan tidak menimbulkan masalah di masyarakat. Dia juga menyampaikan bahwa anggaran untuk BLT tersebut berasal dari pengurangan anggaran di beberapa kegiatan yang ada di APBKal 2020. Salah satu kegiatan yang dikurangi adalah kegiatan cor rabat beton dan insentif Pendidik PAUD. 

Pada kesempatan yang sama, Carik Sendangsari juga menyampaikan bahwa sampai awal Mei ini, Dana Desa tahap 1 sudah terserap 80% sehingga di akhir bulan April kemarin Kalurahan Sendangsari sudah mengajukan penyaluran Dana desa tahap 2 sebesar 40% dari Pagu DD nya. (Suryanto/TA-PP)

Selasa, 05 Mei 2020

2 Kalurahan di Nanggulan Cairkan BLT Dana Desa




Kulon Progo,- Dua Kalurahan di Nanggulan Kabupaten Kulon Progo Hari ini Selasa (5/5/20) lakukan pencairan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Tahap I. Dua Kalurahan tersebut yaitu Banyuroto dan Tanjungharjo. Sehari sebelumnya 4 Kalurahan di Nanggulan telah menyalurkan BLT Dana Desanya. Adapun jumlah  keluarga yang menerima BLT Dana Desa di Kalurahan Tanjungharjo sebanyak  88 KK dan Kalurahan Banyuroto sebanyak 166 KK. Setiap KK menerima BLT sebesar Rp 600.000,- yang diberikan selama 3 bulan. Sehingga total BLT DD yang diberikan sebesar Rp 158.400.000,00 untuk Kalurahan Tanjungharjo dan Rp 298.800.000,00 untuk Kalurahan Banyuroto.

Kegiatan penyaluran BLT dana desa ini dimulai pada pukul  08.00 hingga  selesai bertempat di Pendopo kalurahan masing-masing disaksikan dan didampingi  langsung dari pihak Pemerintah Kalurahan, Babinsa, Babinkamtibmas, Pendamping Desa, Pendamping Lokal Desa dan dari pihak Bank BPD. Disampaikan oleh Siti Nurrohmah PLD Nanggulan bahwa penerima BLT Dana Desa ini telah melalui musyawarah kalurahan khusus penetapan calon penerima BLT yang  dilaksanakan pada tanggal 23 April 2020.

Dalam penyaluran ini tetap memperhatikan pencegahan dalam penanganan covid-19 yaitu mencuci tangan terlebih dahulu, memakai masker, memperhatikan sosial distancing dan menggunakan hand sanitizer.

Diharapkan dengan bantuan ini bisa lebih membantu perekonomian warga masyarakat dan bisa tersebar lebih merata. (Siti/PLD_Nanggulan)